Konsep Dasar PHP OOP

PHP merupakan bahasa pemrograman yang cukup banyak digunakan untuk membuat web dinamis. Seiring perjalanan waktu PHP terus dikembangkan dan PHP sejak versi PHP 5 telah mendukung Object Oriented Programming atau OOP secara penuh.

Di PHP Object di sini didefinisikan dalam sebuah class. Kemudian Properti object didefinisikan menggunakan kata yang tersisipi var. Sedangkan method dari object berbentuk sebuah function.

Agar artikel ini tersusun dengan rapi, saya membuat daftar isi untuk mempermudah dalam mempelajari PHP OOP ini.

Daftar Isi

Class dan Object

Class merupakan struktur dasar atau sebuah kerangka yang digunakan untuk membentuk sebuah object. Sedangakan Object adalah instance dari class-nya, dengan demikian object itu bisa dikatakan data yang telah terstruktur sesuai dengan yang didefinisikan dalam sebuah class. Jadi di PHP jika Anda ingin membuat object Anda harus mendefinisikan kata class kemudian nama class-nya dibuka dan ditutup menggunakan kurung kurawal {}.Contoh

class Makanan{ }

Dan object diimplementasikan dengan variabel dan dikuti kata new kemudian baru nama class-nya. Contoh

$makanan = new Makanan;

Aturan penulisan class adalah Anda boleh menuliskan dengan semua karakter alfabet (abcde s/d z) baik kapital ataupun bukan kapital dan juga karakter underscore ( _ ). Class tidak boleh ditulis dengan numerik (penomoran) kecuali disisipkan diawal dengan karakter alfabet dan class juga tidak boleh ditulis dengan karakter spesial seperti (!?&*;/-{}<> dan lain sebagainya). Contoh

Property

Property dalam suatu class atau object didefinisikan dengan variable. Penulisan variable di dalam class sama seperti penulisan di variable biasa dengan tanda dolar ($), hanya saja variable dalam class Anda harus menyisipkan kata var sebelum dari variable-nya, jika tidak maka akan error di PHP Anda. Contoh

class Person{var $first_name; // ini adalah sebuah Property }

Untuk mengimplementasikan Property Anda cukup menulis object dikuti tanda panah -> kemudian langsung nama property-nya tanpa tanda dolar. Contoh

Di dalam Property Anda bisa menuliskan default value. Jika property ditulis tanpa default value, maka secara otomatis default value bernilai NULL atau kosong. Contoh

Dalam penulisan default value ada aturan cara pemberian nilainya Anda boleh memberi nilai atau value dengan NULL, boolean, Integer, double, dan String. Anda tidak boleh memberi nilai atau value dengan operator (x+/-), concat, research, global variable, dan tipe data object. Contoh

Function

Function artinya ‘fungsi’, function digunakan untuk mendeklarasikan kode yang terdapat dalam sebuah class. Cara penulisan function cukup menulis function kemudian nama function-nya, dengan atau tanpa method function kemudian tanda kurung () diawali dan diakiri dengan kurung kurawal {}. Seperti sifatnya dalam logika pemerograman Function itu bisa mengembalikan nilai data (callback). Jika Anda ingin mengembalikan nilai data (callback) dari suatu function, Anda harus meletakan kata return kemudian nilainya. Function jika tidak diberikan callback maka function akan otomatis mengembalikan nilai enol (0) Contoh

Dalam pengembalian nilai (callback) di function, Anda bisa menggunakan tipe String, Integer, Boolean, NULL, Concat, Operator, Variable, dan Reseach atau pengembalian nilai dari function lainnya. Contoh

Cara Mengimplementasikan function, sama dengan Anda mengimplementasikan property/variable, hanya saja perbedaannya, pada function wajib Anda tambahkan tanda kurung dua (), jika tidak maka PHP akan mengaggap itu adalah property/variable.Contoh

Visibility Keyword

Visibility keyword adalah sebuah kata kunci keberadaan dari sebuah property/variable dan function, di mana akan berfungsi setelah Anda implementasikan baik dalam class itu maupun dalam luar class. Visibility keyword itu berupa kata public, protected atau private yang disisipkan di awal function atau property/variable. Jika Anda ingin mendefinisikan property/variable dengan menyisipkan kata var sebelum nama variable tersebut maka Anda tidak boleh menyisipkan Visibility keyword karena itu akan membuat PHP Anda menjadi error, kata var itu sudah otomatis sama dengan public. Sedangkan function ada atau tanpa public akan otomatis dikenal sebagai public, tetapi jika Anda ingin menidentifikasikan function sebagai private atau protected, Anda wajib menyisipkan visibility keyword-nya. Contoh

Public artinya umum, jadi attribute public dapat diakses dari dalam, luar dan class turunan (sumber: roes-wibowo.com). Function tanpa ada visibility keyword berupa public akan otomatis mempunyai attribute atau visibility keyword berupa public. Artinya Anda boleh menyisipkap atau tidak menyisipkan kata public sebelum kata function. Contoh

Private artinya khusus, attribute ini hanya dapat diakses dari dalam class dan tidak berlaku untuk pewarisan (inheritance). Berikut contoh penggunaan private:

Protected artinya diproteksi, attribute ini dapat diakses dari dalam class dan class pewarisnya (inheritance) saja. Berikut contoh penggunaan protected:

Pewarisan (Inheritance)

Dalam PHP OOP dikenal sistem Inheritance atau pewarisan, yang dimaksud dengan Inheritance adalah sebuah pewarisan class (parent) ke class baru (child) yang mewakili semua function yang ada di class utama (parent). Inheritance berfungsi untuk membuat class baru tanpa harus membuat kembali class yang sama, maksudnya?.Fungsi inheritance akan berguna sekali jika Anda menggunakan Framework PHP, Anda tidak perlu lagi menulis ulang code classnya, cuma di wariskan saja. Contoh Pewarisan (Inheritance):

Oke Next, nanti akan saya sambung pada bagian artikel selanjutnya dadah semoga bermanfaat ?

8 Comments

  1. Pingback: Belajar CodeIgniter 3 – Pemula | Situs Ali

Leave a Reply