Menjalankan VirtualHost di Apache dengan User/Group yang berbeda

Dikatakan bahwa GNU/Linux merupakan sistem operasi yang aman, salah satunya adalah adanya hak akses atau permission pada tiap-tiap berkasnya. Mungkin bagi para imigran Windows ke GNU/Linux metode permission ini merupakan hal yang menjengkelkan. Dari sebab itu, jalan pintas menjadi pantas, berkas yang dianggap menjengkelkan malah diubah permission-nya menjadi 0777. Apalagi berkas tersebut ada pada web server yang notabennya dapat diakses oleh semua orang, menjadi akan sangat berbahaya.

Read more “Menjalankan VirtualHost di Apache dengan User/Group yang berbeda”

Mengaktifkan Natural Scrolling di Windows

Jika Anda pengguna Macbook mungkin sudah tidak asing dengan istilah Natural Scrolling, yap, istilah ini pertama kali di perkenalkan pada OSX Lion. Yakni membalik pergerakan posisi konten pada saat kita scroll. Singkatnya, natural scrolling pada saat kita menggeser ke bawah dengan scroll pada mouse ataupun touchpad, konten mengarah ke atas, bukan ke bawah, begitu juga dengan sebaliknya.

Read more “Mengaktifkan Natural Scrolling di Windows”

Memperbaiki “X11 forwarding request failed on channel 0”

X11 forwarding merupkan bagian fitur dari SSH, yang merupakan suatu mekanisme yang mana dengannya kita dapat meneruskan tampilan grafis di bawah naungan X11 Server melalui SSH. Singkatnya, dengan memanfaatkan X11 forwarding, kita dapat menjalankan aplikasi berbasis GUI di localhost dari jarak jauh di server. Fitur ini sendiri, merupakan salah satu fitur yang sering saya pergunakan dalam kegiatan me-remote suatu server.

Read more “Memperbaiki “X11 forwarding request failed on channel 0””

Memasang Ruby Terbaru di Ubuntu 16.04 LTS

Hampir seluruh distribusi GNU/Linux pasti menyediakan paket untuk bahasa pemrograman ruby. Perbedaannya hanya terletak pada versi ruby yang disediakan oleh masing-masing repositori. Umumnya, distro yang memiliki masa dukungan panjang (long term support), paket yang terdapat didalamnya cendurung lebih lawas dari sumber aslinya (upstream), dikarenakan mereka memegang teguh prinsip stabilitas. Dengan demikian, jika kita ingin menggunakan aplikasi terbaru perlu dikompilasi terlebih dahulu dari sumber aslinya atau mungkin menggunakan repostori non resmi (unofficial).

Read more “Memasang Ruby Terbaru di Ubuntu 16.04 LTS”

Membuat Shortcut “Open With Vim” dari WSL

Sebelumnya saya berkerja lebih banyak di GNU/Linux dibandingan dengan sistem operasi lainnya. Sejak PC kantor seluruhnya menggunakan Windows, beberapa hal yang melakat yang biasa saya lakukan di GNU/Linux menjadi agak sedikit terhambat, seperti penggunaan openssh, rsync, sftp, vim dan lain sebagainya. Meskipun aplikasi demikian sebetulnya ada di Windows, namun lagi-lagi karena faktor kebiasaan, saya menjadi lebih sedikit terhambat karena harus menyesuaikan. Sejak hadirnya Windows Subsystem for Linux (WSL) di Windows 10, menjadikan saya tidak lagi terhambat ketika harus berurusan dengan server atau kodingan.

Read more “Membuat Shortcut “Open With Vim” dari WSL”