Dasar Penggunaan GNU Nano (Disertai Video)

GNU Nano atau biasa dikenal sebagai nano saja merupakan aplikasi penyuntingan teks (text editor) berbasis TUI (Text-based user interface) untuk pengguna GNU/Linux. Meskipun berbasis TUI bukan berarti sulit, justru penggunaan GNU nano terbilang cukup mudah dan cocok untuk pemula yang ingin berlajar menyunting berkas di GNU/Linux via CLI, seperti pada saat penyuntingan berkas konfigurasi server yang mana hanya bermodal remote via SSH saja.

Read more “Dasar Penggunaan GNU Nano (Disertai Video)”

Bypass Semua Traffic Melalui SSH Tunneling di GNU/Linux

Ketika kita menggunakan internet pada suatu tempat yang tidak aman untuk masalah privasi, seperti pada layanan public wireless. Demi menjaga privasi, mungkin kita perlu mengenkripsi semua lalu lintas (all traffic) akses internet, dalam kata lain kita dapat berselancar secara aman tanpa ada yang mengintai (spy), yakni menggunakan SSH tunneling.

Read more “Bypass Semua Traffic Melalui SSH Tunneling di GNU/Linux”

Mengatasi Masalah Insync GUI Tidak Tampak di GNU/Linux

Insync adalah aplikasi favorit saya sebagai pengganti Gdrive client di GNU/Linux karena memang Gdrive client resmi dari Google tidak disediakan di GNU/Linux, memang sangat disayangkan. Fitur singkronisasi dari GDrive client, hemat saya, sangat menguntungkan, apalagi jika kita mengunggah berkas berjumlah banyak dan ukuran berkasnya besar-besar, daripada langsung unggah di peramban yang terkadang tidak berhasil diunggah.

Read more “Mengatasi Masalah Insync GUI Tidak Tampak di GNU/Linux”

Cara Mengecek Kecepatan HDD/SSD di GNU/Linux

Pada saat membeli suatu HDD atau SSD terkadang kita butuh mengetahui kecepatan yang diberikan oleh HDD/SDD tersebut. Di Windows mungkin banyak aplikasi mengenai pengecekan kecapatan, HDD atau SDD, lalu bagaimana di GNU/Linux? Justru di GNU/Linux paling gampang untuk mengecek hal ini, kita bisa menggunakan apalikasi bawaan GNU, yakni menggunakan dd.

Read more “Cara Mengecek Kecepatan HDD/SSD di GNU/Linux”

Jangan Pernah Menggunakan Permission 777 atau 765 Saat Mendevelop Web PHP di GNU/Linux

Mungkin Anda termasuk orang yang baru pertama kali mengenal, menggunakan atau bermigrasi ke GNU/Linux, yang mana sebelumnya menggunakan sistem operasi Windows. Bagi para imigran Windows ke GNU/Linux, mungkin sudah terbiasa dengan tidak mengenal hak izin akses (access permission), karena terbiasa menggunakan (login) dengan akun Administrator. Ketika mulai men-develop web PHP di GNU/Linux, mungkin akan ada sedikit mengalami masalah, seperti tidak bisa menyalin berkas dari direktori tertentu, tidak bisa membuat berkas pada direktori tertentu, dan lain sebagainya.

Read more “Jangan Pernah Menggunakan Permission 777 atau 765 Saat Mendevelop Web PHP di GNU/Linux”