Menjalankan Multi PHP di Ubuntu 16.04 dan 18.04

Meskipun saat ini PHP sudah memasuki versi 7, namun terkadang adakalanya kita masih membutuhkan versi sebelum, guna untuk menjalankan beberapa aplikasi yang memang belum/tidak mendukung PHPv7.x. Seperti kasus di kantor saya, masih menggunakan Magento 1, yang mana ia tidak mendukung PHPv7.x. Saat ini saya menggunakan Ubuntu 18.04, dan pada repositori resmi hanya tersedia PHPv7.2, mau tidak-mau saya harus memasang php5.6 agar Magento dapat berjalan dengan sebagai mana mestinya.
Continue reading Menjalankan Multi PHP di Ubuntu 16.04 dan 18.04

Memasang FortiClient di Ubuntu 18.04 LTS

Di kantor ketika saya hendak memasuki server, diwajibkan menggunakan VPN. Untuk terkoneksi VPN kami menggunakan FortiClient. Sangat mudah, cukup memasukan username dan password VPN dan langsung terkoneksi. Sayangnya, aplikasi FortiClient hanya tersedia di Windows dan MacOS saja. Bagi pengguna GNU/Linux hanya disediakan versi CLI nya saja, dan penggunaannya cukup rumit. Untungnya salah seorang developer ada yang berinisiatif membuat GUI nya, yakni OpenFortiGUI.

Continue reading Memasang FortiClient di Ubuntu 18.04 LTS

Cara Cepat Migrasi Seluruh Isi Storage di GNU/Linux

Baru membeli HDD atau SSD baru? Sedang bingung cara memindahkan seluruh isi storage lama ke baru, dan tentu tak mau menginstal ulang sistem yang telah terpasang. Alasanya karena harus memasangan aplikasi yang diperlukan, konfigurasi, dan lain sebagainya yang tentu saja menyita banyak waktu. Padahal yang kita perlukan hanyalah memindahkan isi seluruh storage.

Jika Anda pengguna Windows mungkin banyak aplikasi migrasi dan dengan cara yang mudah. Bagi pengguna GNU/Linux jangan berkecil hati, karena di GNU/Linux caranya juga terbilang cukup mudah, yakni cukup menggunakan perkakas rsync, biasanya di distro mainstream rsync itu sudah tersedia secara asali.

Continue reading Cara Cepat Migrasi Seluruh Isi Storage di GNU/Linux

Menghapus EFI Boot Entry di GNU/Linux

GNU/Linux merupakan sistem operasi yang bebas dan merdeka. Salah satu poin dari kebebasan tersebut adalah bebas untuk didistribusikan kembali, makanya tak heran distribusi atau yang bisa lebih dikenal dengan sebutan distro Linux, sangatlah banyak. Dikarenakan banyak lagi bebas untuk dicoba, maka sering kali kita bergonta-ganti distro, entah mungkin karena belum menemukan distro yang tepat atau hanya ingin memuaskan rasa penasaran.

Saya sendiri pun terkadang masih suka coba-coba beberapa distro baru yang bukan distro derivatif (turunan). Meskipun ada VirtualBox, terkadang saya lebih senang mencobanya langsung pada mesin saya sendiri, untuk mengetahui kelebihan serta kekurangannya.

Continue reading Menghapus EFI Boot Entry di GNU/Linux

Cara Mendapatkan Product Key Windows dari GNU/Linux

Saya pernah mengatakan bahwa Windows 8 hingga versi ke atas, Microsoft telah menanamkan product key-nya atau CoA di dalam BIOS pada laptop atau PC yang memiliki Windows bawaan (Bundling of Mircrosoft Windows). Sehingga CoA tidak lagi menggunakan stiker yang berlabel serial number. Dengan demikian, kita tidak perlu khawatir lagi kehilangan CoA karena stiker rusak, sedang pada saat itu, kita membutuhkannya untuk menginstal ulang Windows.

Continue reading Cara Mendapatkan Product Key Windows dari GNU/Linux

Remote Aplikasi GUI Melalui X11 Forwarding di SSH

Sebetulnya saya bingung mau kasih judul apa dalam tulisan ini, tapi intinya begini. X11 Forwarding adalah sebuah mekanisme yang membolehkan kita menjalankan aplikasi berbasis GUI dari server yang kita remote, dengan meneruskan X11 dari server ke client (localhost). Bingung? Contohnya: Anda ingin gedit yang berada di server dijalankan di localhost, karena gedit berbasis GUI maka untuk menjalankan membutuhkan display server, nah, display server inilah kita bisa pergunakan dengan meneruskan (forwarding) dari X11 localhost , sehingga gedit yang berada di server dapat berjalan di localhost kita. Keren kan?

Continue reading Remote Aplikasi GUI Melalui X11 Forwarding di SSH