Mengenal Hak Izin Akses (Access Permission) di GNU/Linux


Sering kali di sini, saya membahas hal-hal yang berkaitan dengan GNU/Linux, namun lupa untuk menuliskan sesuatu hal yang mendasar. Padahal pengetahuan dasar itu sangatlah dibutuhkan. Salah satu yang mendasar di GNU/Linux adalah pengetahuan mengenai hak izin akses atau access permission. Pengetahuan mengenai access permission ini sangatlah penting terutama bagi para imgran Windows ke GNU/Linux.

Mengenal Permission

Bagi para imigran Windows ke GNU/Linux, yang mana sudah terbiasa dengan tidak mengenal hak izin akses ini, karena terbiasa menggunakan (login) dengan akun Administrator. Ketika mulai beradaptasi di GNU/Linux, mungkin akan ada sedikit mengalami masalah, seperti tidak bisa menyalin berkas dari direktori tertentu, tidak bisa membuat berkas pada direktori tertentu, dan lain sebagainya. Yang mana pada intinya, semua direktori tersebut hanya pengguna root (kalau di Windows, administrator) dan pengguna yang masuk dalam katagori tersebut, yang bisa mengakses (execute) atau menulis (write). Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan mengenai access permission ini di GNU/Linux.

Access permission atau hak izin akses adalah sebuah sistem mekanisme untuk mengatur kepemilikan dari tiap-tiap berkas ataupun direktori disesuaikan dengan penggunaanya. Mekanisme access permission hadir diberbagai macam sistem operasi, tidak hanya untuk *nix seperti GNU/Linux, MacOS, dan sebaginya, akan tetapi ia juga ada di sistem operasi Windows, dan ini sudah diperkenalkan sejak zaman Windows 7. Hanya saja, pengguna Windows, lagi-lagi terbiasa login dengan akun administrator, membuat enggan, tak acuh dan menyepelekan sistem access permission ini.

Gambar Access Permission di Windows 7

Adanya permission, merupakan sesuatu hal yang paling baik, mengapa? Karena dengan adanya pembatasan tiap-tiap pengguna, menjadikan direktori atau berkas yang kita miliki menjadi lebih aman dari akses pengguna lain. Terutama pengguna publik atau tamu (guest). Bayangkan, jika Anda menaru berkas pribadi yang hanya Anda sendiri saja yang boleh akses, tiba-tiba berkas tersebut hilang atau dimodifikasi orang lain, bahaya bukan? Ya, tentu saja ini berbahaya. Apalagi berkas tersebut merupakan berkas penting yang menyangkut pekerjaan Anda.

Jenis Permission

Di GNU/Linux cara termudah kita melihat permission adalah dengan perintah ls -lah dari Terminal. Perintah kita tambahkan argumen -lah. Maksudnya adalah:

-lListing format. Menampilkan secara berbaris ke bawah
-aAll. Menampilkan seluruhnya.
-hHuman readable. Menampilkan ukuran (size) pada berkas berdasarkan format 1K, 1M, 1G, dll

Ketika melihat gambar di atas, untuk mengetahui permission dalam berkas atau direktori. Lihat pada bagian sebelah kiri. Kita akan melihat tulisan seperti -rw-r--r-- , drwxr-xr-x dan lain sebagainya. Nah itu merupakan simbol-simbol dari permission.

Simbol Permission

Adapun mengenai makna dari simbol dari gambar di atas adalah:

rRead
wWrite
xExecute
dDirectory
lSymbolic link
S atau sSetuid (SUID) dan Setguid (GUID)
T atau tSticky bit

Sudah jelas bukan maknanya? Jadi kalau ada tulisan rwx tinggal digabungkan saja artinya yakni bisa membaca (read), menulis (write), dan mengeksekusi (execute).

Penulisan Permission

Di GNU/Linux penulisan permission ini ditulis dengan 10bit. Yakni 9bit untuk standard attribute dan 1bit untuk special attribute. Oleh karena itu, ketika kita menjalankan perintah ls -lah kita melihat beberapa ada yang 9 atau 10 karakter tertulis. Seperti:

drwxrwxrwx = 10bit (10 karakter).
-rwxrwxrwx = 9bit (9 karakter) tanda strip di awal ini berarti untuk berkas biasa (standard file).
-rw-r–r– = 4bit (4 karakter) tanda strip dinyatakan sebagai nol.

9bit ini mewakili 3 macam jenis yakni: User owner, Group dan Others atau disingkat menjadi UGO. Setiap jenisnya masing-masing memiliki nilai 3bit. Jadi 9bit ini adalah 3 x 3bit.

Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini:

Kesimpulan

Pengetahuan akan access permission ini adalah hal mutlak yang wajib diketahui bagi pengguna GNU/Linux. Dengan adanya access permission, kita menjadi lebih paham mengenai pembatasan berkas dan direktori mana sajakah yang boleh diakses ataupun dimodifikasi, karena tiap-tiap pengguna diberikan hak aksesnya secara masing-masing. Dengan adanya access permission pula, dapat melindungi berkas pribadi kita dari pengguna yang tidak dizinkan.

Tulisan ini hanya sebatas pengenalan saja. Belum pada tahap bagaimana cara merubah access permission tersebut. Pembahasan mengenai ini akan dilanjutkan pada artikel berikutnya.

Oke, Sampai di sini dulu pengetahuan mengenai Access Permission. Semoga bermanfaat.

Ayo Berlangganan!

Dapatkan pemberitahuan artikel-artikel terbaru super cepat, langsung dari surel Anda.
Lebih dari 320 telah berlangganan situsali.com, ayo segera daftarkan surel Anda sekarang juga!



Perhatian!

Demi kenyamanan bersama, sebelum berkomentar, harap gunakan bahasa yang baik dan benar. Juga baca aturan dalam berkomentar. Dilarang berkomentar yang dapat memicu pertengkaran dan menyinggung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Leave a Reply