Memanfaatkan PHP Built-in Server

Pada saat membangun aplikasi atau suatu situs dengan bahasa pemerograman PHP. Umumnya, kita meletakan seluruh berkas proyek PHP dalam satu direktori terpusat atau yang biasa disebut root directory. Sehingga, pada saat kita mengeksekusi proyek PHP tersebut, kita cukup buka peramban (browser) dengan memasukan tautan http://localhost/, ia akan membaca seluruh skrip PHP dari root directory. Kemudian jika kita ingin membuat proyek lainnya dengan pemisahan direktori, kita cukup mengakses tautan http://localhost/proyek_baru/.

Cara seperti itu adalah cara yang paling sering digunakan. Dengan cara demikian, otomatis untuk mengeksekusi PHP kita membutuhkan suatu web server, seperti Apache, Nginx, dan lain sebagainya. Padahal, sebetulnya kita dapat mengeksekusi PHP tanpa perlu berkasnya dimasukan di root directory. Ini artinya, diseluruh direktori, kita dapat mengakses skrip PHP tersebut. Yakni, dengan memanfaatkan PHP Built-in Server.

PHP built-in server adalah suatu istilah di mana dalam binary PHP itu sendiri sudah terkandung server, sehingga kita tidak perlu harus melulu melalui web server untuk mengeksekusi skrip PHP. PHP built-in server sudah hadir sejak versi 5.4 hingga versi sekarang.

Pada postingan kali ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan mengenai pemanfaatan PHP built-in server untuk kebutuhan pengembangan (developing). Ingat ini hanya digunakan pada saat tahap pengembangan, bukan tahap produksi. Jika sudah tahap produksi Anda diharuskan menggunakan web server seperti Apache, Nginx dan lain sebagainya.

Langsung saja kita mulai. Anda buat berkas disembarang direktori misalnya di ~/php dengan nama index.php.

Lalu jalankan perintah berikut

Parameter -S menunjukan bahwa kita menggunakan built-in server. Kemudian parameter setelahnya kita menuliskan nama domain atau IP lalu diikuti nomor port 8000.

Untuk penilaian port, Anda bebas mau menuliskan port berapa saja, yang terpenting adalah port tersebut tidak digunakan oleh aplikasi lain. Khusus bagi Anda yang ingin menggunakan port 80. Gunakan sudo.

Jika Anda ingin mengsekusi langsung tanpa cd terlebih dahulu, gunakan paramenter -t.

Sekali lagi, ingat! Jika ingin menggunakan port 80. Gunakankan sudo.

Bagi Anda yang ingin menggunakan domain, bisa tambahkan IP localhost di /etc/hosts:

Lalu masukan:

Nah, karena kita menggunakan domain, otomatis menggunakan port 80:

Cukup mudah bukan? Dengan demikian kita tidak perlu lagi menyalakan web server seperti Apache, atau Nginx pada tahap developing. Cukup gunakan PHP built-in server saja. Jika sudah selesai dan masuk tahap production, baru kita gunakan web server tersebut. Semoga tulisan ini bermanfaat. 😁

Komentar disediakan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, memberi saran, mengingatkan kesalahan dan pembelajaran. Harap gunakan bahasa yang baik dan tidak menyinggung SARA.
Sebelum berkomentar harap baca dulu Aturan dan Tata Cara Berkomentar demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

2 Responses

  1. Muhammad Baiquni December 28, 2016 / 4:52 pm

    Saya baru tahu PHP bisa beginian. Apakah untuk PHP 5.x.x sudah ada atau mulai ada sejak PHP 7?

    Makasih ya gan atas artikelnya

    • Ali December 31, 2016 / 11:06 am

      Dimulai dari versi 5.4 Mas 😀 heheheh ditulisannya kan ada

      PHP built-in server sudah hadir sejak versi 5.4 hingga versi sekarang.

Leave a Reply