Install Arch Linux Gnome Systemd-Boot Dualboot dengan Windows 10 (Disertai Video)

Melanjuti artikel sebelumnya masih seputar tentang pemasangan Arch Linux dengan metode UEFI. Tutorial kali ini adalah kita dualboot dengan Windows 10 dan dalam Arch Linux kita tidak menggunakan Grub sebagai bootloader melainkan menggunakan systemd-boot. Meskipun seharusnya kalau dualboot itu, ya gunakan Grub tapi tidak untuk tutorial ini. Kita gunakansystemd-boot yang mana ia lebih simpel dan mudah dibandingkan Grub.

Tutorial ini sengaja saya tulis mengingat banyaknya pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana cara pemasangan Arch Linux dualboot dengan Windows 10. Ada berbagai alasan mereka dualboot pertama karena Windows mereka OEM ketika membeli suatu laptop atau PC branded. Yang kedua, karena memang mereka masih butuh Windows jadi tidak bisa singleboot hanya menggunakan GNU/Linux saja.

Langsung saja kita mulai praktek. Langkah-langkah sebelum memulai instalasi Arch Linux beberapa persiapan harus ada di Anda yakni:

 

  • Pastikan Anda sudah mengunduh Arch Linux. Tautan unduh Arch Linux https://www.archlinux.org/download/
  • Pastikan Anda sudah membakar (burning) Arch Linux, baik menggunakan DVD ataupun flashdisk. Jika Anda ingin menggunakan flashdisk gunakan aplikasiddatau image writer
  • Pastikan Anda sudah terhubung dengan internet. Ini sangat wajib, jika tidak proses instalasi Arch Linux tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Jika sudah langsun Anda booting Arch Linux Anda, melalui CD/DVD atau flashdisk. Begitu sudah masuk langsung ketik cfdisk:

Persiapan Partisi

Asumsi Anda memiliki storage sebesar 20 GB, kita bagi paling sedikit 2 buah partisi yang wajib Anda buat yakni partisi ESP dan Root. Di sini saya mencontohkan kita buat 4 buah partisi yakni ESP, Swap, Root dan Home.

Adapun skema besaran partisi yang saya siapkan adalah sebagai berikut:

  • 1 GB, ESP (EFI System Partition)
  • 2 GB, Swap
  • 10 GB, root
  • 7 GB, /home

Adapun skema partisinya seperti gambar di bawah ini:

situsali-arch-dual-win10-partisi-skema

Tahap Format

Sekarang kita format 4 partisi tadi dengan perintah di bawah ini:

Perhatikan, jangan sampai salah pilih /dev/sda nya.

Tahap Mount

Kemudian setelah di format, kita mount semua partisi di atas dan aktifkan pula swap-nya.

Persiapan Mirror dan Pemasangan Base

Setelah semua tahap mount kita persiapakan mirror, saya sarankan gunakan mirror lokal untuk mempercepat proses instalasi. Anda bisa lihat mirror di https://wiki.archlinux.org/index.php/Mirrors#Indonesia

Untuk memasukan mirror kita sunting di /etc/pacman.d/mirrorlist:

Lalu masukan:

Jika sudah langsung kita pacstrap.

Tunggu sampai proses instalasi selesai, lama atau cepatnya tergantung koneksi internet Anda. Jika sudah selesai, langsung kita buat fstab, yang mana digunakan untuk me-mount seluruh partisi penting diawal booting.

Chroot dan Pengaturan Sistem

Base dari Arch Linux sudah terpasang, langkah selanjutnya kita atur sistem Arch Linux kita, dikarenakan Arch Linux belum berjalan, kita manfaatkan chroot untuk mengatur Arch Linux tersebut, adapun perintahnya sebagai berikut:

Pengaturan Hostname, Locale dan Zoneinfo

Membuat hostname:

Pengaturan Locale

Uncomment pada en_US.UTF-8 UTF-8 dan id_ID.UTF-8 UTF-8Kemudian kita buat berkas locale.conf:

Dan isikan seperti berikut:

Jika sudah langsun kita generate locale tersebut:

Kemudian buat symbolic link zone kita:

Pemasangan Kebutuhan Jaringan

Pembutan User dan Sudo

Agar kita tidak menggunakan user root, maka perlu membuat user biasa yang dengan fungsi sudo agar dapat menjalakan aplikasi yang mana membutuhkan root untuk menjalankannya.

Pertama-tama kita buat dulu group sudo:

Kemudian kita buat user dengan memasukan sebagaian dari grup sudo.

Jangan lupa kita sunting sudoers.

Kemdian tambahkan atau uncomment berikut:

Dan yang terakhir kita buat password untukroot dan user yang sebelumnya telah kita buat.

Pembuatan Bootloader

Pertama-tama kita buat dulu initramfs:

Kemudian khusus bagi Anda pengguna prosesor Intel, pasang pula intel-ucode.

Dan langsung kita buat bootloader dengan systemd-boot dengan perintah berikut:

Jangan lupa buat entri systemd-boot kita di /boot/loader/entries/:

Lalu isikan seperti berikut:

Pada initrd /intel-ucode.img itu khusus bagi Anda pengguna prosesor Intel, jika buka hilangkan perintah tersebut. Kemduain pastina /dev/sdX Anda mengetahui di mana letak partisi root Anda, dalam contoh kasus di sini berarti di /dev/sda7.

Jika sudah langsung saja ketik exit, dan reboot.

Tahap Pemasangan Gnome

Pertama-tama koneksikan dahulu internet kita, jika Anda pengguna dhcp bisa langsung gunakan perintah berikut:

Jika Anda pengguna IP statis sebagai koneksi internet, dapat menggunakan dhcpcd juga atau dengan ip atau dengan systemd-network, silahkan baca: https://wiki.archlinux.org/index.php/Network_configuration#dhcpcd_2

Jika Anda menggunakan WiFi sebagai koneksi internet, Anda bisa menggunakan perintah:

Untuk memasatikan Anda sudah terkoneksi dengan internet atau belum, gunakan ping.

Jika sudah langsung kita pasang xorg-server terlebih dahulu:

Pilih mesa-lib jika Anda pengguna Intel atau AMD, jika Anda penguna Nvidia pilih nvidia-lib. Atau bisa juga Anda pengguna Nvidia memilih mesa-lib, dikarenakan mesa-lib ini mendukung hampir seluruh grafis.

Pemasangan Driver VGA

Pasang driver VGA, pastikan Anda mengetahuinya. Untuk mengecek dapat menggunakan cara:

Pengguna VGA Standard

Pengguna Intel

Pengguna Nvidia

Pengguna ATI

Pemasangan DE

Kemudian kita aktifkan NetworkManager dan GDM:

Keluar tahap instalasi dan restart.

Video Tutorial

Berikut ini video tutorial praktek dari cara instalasi di atas, untuk mempermudah Anda memahami tulisan saya di atas. Video berikut ini saya mempraktekannya di Virtual Box:

Komentar disediakan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, memberi saran, mengingatkan kesalahan dan pembelajaran. Harap gunakan bahasa yang baik dan tidak menyinggung SARA.
Sebelum berkomentar harap baca dulu Aturan dan Tata Cara Berkomentar demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

12 Responses

  1. robib November 19, 2016 / 8:34 am

    gan. video menit ke 13:11 >> bootctl install malah error

    File System “/boot” is not on a GPT partition table

    knp ya?

    • Ali November 19, 2016 / 8:48 am

      Partisi Anda bukan GPT itu, melainkan MBR. Coba saja cek dengan fdisk -l | grep "Disklabel type" Jika hasilnya DOS maka partisi Anda bukan GPT.

  2. Andhika Haeruman S. December 5, 2016 / 5:32 pm

    Gan ada typo di bagian systemd-boot, arch-linux.conf disitu arhlinux.conf, baru ketemu errornya pas liat video 😀

    • Ali December 10, 2016 / 8:05 am

      Wah terima kasih atas komentarnya, saya perbaiki 😀

  3. Jamaluddin Rahmat December 7, 2016 / 3:35 am

    Mas tanya dong tentang partisi. Karena di atas ada 4 partisi.

    Saya sekarang pakai Windows 8 dengan SSD 250GB + HDD 500GB dan 8GB RAM.

    25GB saya alokasikan untuk Arch. Saya maunya 25GB ini khusus untuk Arch tanpa swap dan home rencana ke HDD saja. Jadi filenya disimpan ke HDD aja biar bisa juga diakses ketika pakai Wibdows.

    Bisakah begitu? Karena ini pertama kali pakai SSD + HDD dan Arch. Sebelumnya cuman pakai turunan Debian (Ubuntu, Linux Mint, etc) install pakai GUI yang tinggal klik-klik selesai.

    • Ali December 10, 2016 / 8:04 am

      Sangat bisa, karena home ada di HDD otomatis berada di storage ke-2, nah tinggal di mount saja misalnya:
      root:
      mount /dev/sda1 /mnt

      Home:
      mount /dev/sdb1 /mnt/home

  4. Sucipto December 21, 2016 / 3:20 am

    Bagi bandwith nya om 😮

  5. RM7 December 21, 2016 / 9:59 am

    I have a problem
    After rebooting i signed in as my user then I installed sudo pacman -S gnome gedit firefox file-roller all went fine but in the last step of enabling
    sudo systemctl enable NetworkManager
    sudo systemctl enable gdm
    It shows an error message that says some like no such file or directory in both cases, how I could solve this problem I really want to use arch Linux
    Hope you can help me
    Thank you by the way!

    • Ali December 24, 2016 / 3:46 pm

      You can try using Nouveou the open source driver for Nvidia

  6. slamet nurohim December 22, 2016 / 1:17 pm

    Terimakasih mas atas tutorialnya, saya ingin bertanya, setelah keluar dati chroot mode dan exit, ketika booting malah muncul seperti ini mas, bagaimana cara fixnya, posisi root di dev sda 7 sama seperti tutorial mas, terimakasih

    ERROR: Failed to mount the real root device.
    Bailing out, you are on your own. Good luck.
    [ramfs /]#

    • Ali December 24, 2016 / 3:37 pm

      fstab sudah dibuat? kalau misalnya lupa atau belum dibuat, bisa lakukan genfstab dari Live CD/USB

Leave a Reply