Install Arch Linux Gnome Systemd-Boot Dualboot dengan Windows 10 (Disertai Video)

Melanjuti artikel sebelumnya masih seputar tentang pemasangan Arch Linux dengan metode UEFI. Tutorial kali ini adalah kita dualboot dengan Windows 10 dan dalam Arch Linux kita tidak menggunakan Grub sebagai bootloader melainkan menggunakan systemd-boot. Meskipun seharusnya kalau dualboot itu, ya gunakan Grub tapi tidak untuk tutorial ini. Kita gunakansystemd-boot yang mana ia lebih simpel dan mudah dibandingkan Grub.

Tutorial ini sengaja saya tulis mengingat banyaknya pertanyaan dari teman-teman tentang bagaimana cara pemasangan Arch Linux dualboot dengan Windows 10. Ada berbagai alasan mereka dualboot pertama karena Windows mereka OEM ketika membeli suatu laptop atau PC branded. Yang kedua, karena memang mereka masih butuh Windows jadi tidak bisa singleboot hanya menggunakan GNU/Linux saja.

Read more “Install Arch Linux Gnome Systemd-Boot Dualboot dengan Windows 10 (Disertai Video)”

Tips dan Trik Sederhana Mengamankan SSH

Masih diseputar pembahasan SSH. Tulisan, sebelumnya kita membahas tentang teori pengenalan SSH, lalu kemudian pemasangannya. Sekarang, kita memasuki tahapan konfigurasi untuk kebutuhan akan sekuriti.

Tulisan kali ini saya akan berbagi sedikit tips dan trik cara mengamankan SSH, dengan teknik yang sederhana seperti menonaktifkan akun root; mengganti port default dari SSH yakni port 22, ke port lainnya; membatasi user dan lain sebagainya.

Read more “Tips dan Trik Sederhana Mengamankan SSH”

Install Arch Linux Bootstrap dari Live CD Ubuntu (Disertai Video)

Arch Linux merupakan salah satu distro yang tergolong cukup sulit dalam hal memasangnya. Di samping kita berurusan dengan full CLI, Arch Linux mewajibkan pula koneksi internet. Untuk tipe koneksi internet menggunakan jaringan kabel dengan DHCP ini mungkin menjadi solusi mudah, lain hal jika Anda menggunakan koneksi WiFi seperti halnya wifi.id yang mengharuskan kita login dari browser dahulu baru bisa kita menikmati akses internet; atau jika terjadi masalah pada WiFi hardware kita yang mana dalam awal proses instalasi tidak terdeteksi sama sekali. Tentu dengan semua itu dalam metode CLI cukup menyulitkan bagi sebagaian orang, apalagi bagi mereka yang ingin migrasi dan baru pertama kali di Arch Linux.

Tulisan kali ini menjawab tentang hal tersebut, kita memasang Arch Linux dengan metode bootstrap atau chroot. Yang mana metode tersebut membutuhkan GNU/Linux lainnya untuk menjalankannya (install form existing GNU/Linux). Maksudnya Anda tidak akan dapat menjalankan metode bootstrap tanpa adanya GNU/Linux sebelunya. Minimal ada Live nya.

Read more “Install Arch Linux Bootstrap dari Live CD Ubuntu (Disertai Video)”

Konversi .htaccess di Nginx

Bagi Anda pengguna Apache, mungkin sudah kenal dan familiar dengan berkas .htaccess yang mana salah satu fungsinya adalah membuat pretty URL atau menghilangkan index.php dari URL di peramban. Pada saat saya migrasi dari Apache ke Nginx, saya sedikit mengalami kendala yakni salah satunya mengenai berkas .htaccess ini. Ya, seperti yang telah kita ketahui bahwa .htaccess hanya didesin untuk pengguna Apache. Jadi bagi pengguna Nginx .htaccess ini tidaklah berfungsi sama sekali.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus mengkonversi .htaccess ke dalam berkas konfigurasi di setiap virtual host pada Nginx. Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai hal tersebut dengan beberapa cara yang saya lakukan selama menggunakan Nginx pada VPS situsali.com ini.

Ada dua cara yang dapat Anda lakukan, pertama dengan cara manual (saya lebih merekomendasi ini); kemudian yang kedua dengan cara otomatis, menggunakan sejenis tool converter.
Read more “Konversi .htaccess di Nginx”